KARAKTERISTIK PENDERITA OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIS DAN POLA BAKTERIOLOGI BERDASARKAN HASIL TES KULTUR DAN UJI SENSITIVITAS ANTIBIOTIK DI RSUP I.G.N.G PROF. NGOERAH DENPASAR JANUARI 2022 - 2023

Penulis

  • dr. Made Gede Krisna Rendra K Arthana Penulis

Kata Kunci:

OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIS

Abstrak

Otitis media supuratif kronis (OMSK) adalah peradangan kronis pada telinga tengah dan mastoid disertai adanya perforasi membran timpani yang persisten dan berulang, serta memiliki riwayat keluar cairan dari liang telinga lebih dari dua bulan, baik terus menerus atau hilang timbul dan dapat disertai gangguan pendengaran1,2,3 OMSK dengan komplikasi atau tanpa komplikasi adalah penyakit telinga tengah yang umumnya terjadi di negara berkembang. Di negara maju seperti Inggris, kejadian OMSK sekitar 0,9%. Menurut WHO, kejadian OMSK diperkirakan mencapai 65-330 juta di seluruh dunia dan sekitar 60% mengalami gangguan pendengaran. Diperkirakan ada 31 juta kasus baru OMSK per tahun, dengan 22,6% pada anak usia kurang dari 5 tahun. Dari data WHO tahun 2013, menunjukkan bahwa sekitar 360 juta orang di dunia mengalami gangguan pendengaran.3,4 Berdasarkan sebuah penelitian di negara kawasan Asia Tenggara diperkirakan prevalensi OMSK berkisar 2-4%.2 Hasil penelitian terbaru didapatkan bahwa kasus OMSK di Poliklinik THT-KL RSUP Sanglah Denpasar Bali pada tahun 2020 paling sering terjadi pada umur 21-30 tahun dengan gejala klinis terbanyak adalah otorea.5 OMSK dapat disebabkan oleh bakteri aerob dan anaerob. Beberapa bakteri aerob penyebab otitis media supuratif kronis antara lain Pseudomonas aeruginosa, Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes,  Proteus  mirabilis,  dan  Klebsiella  sp.  Bacteroides  sp.,

 

Peptostreptococcus, dan Propionibacterium adalah beberapa kelompok bakteri anaerob.1 P. aeruginosa, P. mirabilis dan S.aureus menjadi bakteri yang paling sering ditemukan.6

Umumnya, otitis media supuratif kronis terbagi menjadi OMSK tipe jinak dan OMSK tipe ganas. OMSK jinak adalah jenis OMSK yang hanya menyerang mukosa, tidak mengandung kolesterol, dan jarang menimbulkan komplikasi. Sedangkan OMSK tipe ganas berbahaya karena kolesterol, perforasi marginal dan terkadang subtotal. Komplikasi sering terjadi pada OMSK tipe ganas.2

Berdasarkan latar belakang tersebut penanganan dari OMSK sangat diperlukan pemahaman tentang anatomi telinga, dan pemahaman tentang penggunaan antibiotika yang sesuai. Untuk mendapatkan antibiotika yang sesuai kita harus melakukan uji kepekaan antibiotika terhadap kuman. Namun hal ini memerlukan waktu yang cukup lama sehingga diperlukan pemberian antibiotika secara empiris.

Referensi

Diterbitkan

2024-12-31