KARAKTERISTIK PASIEN DENGAN PARESIS/PARALISIS PLIKA VOKALIS DI POLIKLINIK THT-KL RSUP PROF. DR. I.G.N.G. NGOERAH DENPASARPERIODE MEI 2020 – MEI 2023
Kata Kunci:
PARESIS/PARALISIS PLIKA VOKALISAbstrak
Paralisis plika vokalis merupakan suatu kondisi terganggunya pergerakan plika vokalis yang dapat terjadi pada salah satu atau kedua plika vokalis dimana plika vokalis tidak dapat membuka atau menutup dengan semestinya(1). Paresis plika vokalis adalah gangguan sebagian fungsi motorik plika vokalis yang disebabkan oleh kelainan saraf atau neuromuskuler. Pada paresis plika vokalis didapatkan paralisis parsial dari plika vokalis. Gangguan ini mempengaruhi penutupan dan fungsi glotis, yang berkontribusi pada gangguan suara, fungsi menelan, dan pernapasan(1,2,3).
Paresis atau paralisis plika vokalis dapat terjadi pada semua umur, jenis kelamin, dan banyak macam penyebab. Efek dari paresis atau paralisis ini bervariasi dari ringan sampai sangat berat dan mengancam jiwa(1,4). Paralisis dan paresis pada pita suara memberikan dampak yang besar pada kualitas hidup pasien, akibat gangguan suara, fungsi menelan, dan fungsi pernapasan pasien(5,6,15). Disfonia akibat paresis atau paralisis plika vokalis dapat menyebabkan dampak yang signifikan pada komunikasi dan kualitas hidup pasien, yang dapat menyebabkan kesulitan dalam pekerjaan, penarikan diri secara sosial, serta stres dan depresi(7). Akan tetapi, paresis atau paralisis plika vokalis masih sering kali terlewatkan saat diagnosis(15).
