KARAKTERISTIK PASIEN TULI MENDADAK DI RSUP PROF. DR. I.G.N.G. NGOERAH DENPASAR PERIODE 1 JANUARI 2021 – 31 DESEMBER 2022

Penulis

  • dr. IDA BAGUS GEDE HENDRA KUSUMA Penulis

Kata Kunci:

PASIEN TULI MENDADAK DI RSUP PROF. DR. I.G.N.G. NGOERAH

Abstrak

Tuli mendadak atau sudden sensorineural hearing loss (SSNHL) merupakan salah kegawatdaruratan dalam bidang THT-BKL yang membutuhkan penanganan segera. Tingkat kejadian tuli mendadak secara global relatif rendah dengan insiden sebesar 5-30 kasus per 100.000 populasi per tahun.1,2 Namun, tingkat kejadian tuli mendadak ini dapat bervariasi bergantung pada wilayah geografis dan usia populasi dimana insiden tuli mendadak dilaporkan lebih tinggi pada populasi berusia 50 hingga 60 tahun.3 Tingkat pemulihan pendengaran spontan dari kasus tuli mendadak juga dilaporkan sangat bervariasi mulai dari 32% hingga 65%. Tingkat pemulihan ini diduga bergantung pada karakteristik populasi, durasi dan derajat tuli yang dialami, hingga durasi sejak gejala muncul hingga mendapatkan terapi. Oleh karena itu, tatalaksana yang tepat dan cepat sangatlah menentukan luaran dari tuli mendadak.3,4

Hingga saat ini etiologi dan patofisiologi pasti dari tuli mendadak ini belum diketahui dengan pasti. Terdapat sejumlah etiologi yang diduga menjadi penyebab dasar terjadinya tuli mendadak, seperti infeksi virus, perubahan mikrosirkulasi pada telinga dalam, dan penyakit autoimun. Meskipun demikian, pemeriksaan mendetil hanya mampu menjelaskan penyebab tuli mendadak pada 10% kasus sehingga hampir sebagian besar kasus tuli mendadak digolongkan sebagai idiopatik. Karena penyebab dari tuli mendadak sangatlah bervariasi dan hampir sebagian besar kasus tidak dapat dipastikan penyebabnya, maka tatalaksana dari tuli mendadak menjadi sebuah tantangan tersendiri. Hingga saat ini terdapat beberapa pendekatan terapi berbeda yang digunakan untuk tuli mendadak, seperti penggunaan steroid sistemik dosis tinggi, injeksi steroid intratimpani, terapi oksigen hiperbarik, obat antivirus, dan agen vasodilator atau vasoaktif.1,5

Karakteristik pasien dan tuli mendadak yang terjadi sangat membantu menentukan pendekatan terapi yang akan digunakan, terutama pada kasus tuli mendadak yang bersifat idiopatik. Namun, penelitian terkait tuli mendadak di Indonesia masih sangat terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik pasien tuli mendadak di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar pada periode 1 Januari 2021 hingga 31 Desember 2022.

 

Referensi

Diterbitkan

2025-01-03