Karakteristik Pasien Presbikusis Berdasarkan Hasil Audiogram di Poli THT- BKL RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah Periode Januari 2019 - Januari 2024

Penulis

  • krisna Penulis

Kata Kunci:

Presbikusis

Abstrak

Penuaan adalah penurunan progresif atau hilangnya fungsi jaringan dan organ seiring berjalannya waktu karena akumulasi perubahan biologis yang merugikan secara bertahap. Proses penuaan memiliki tiga komponen berbeda yaitu degenerasi biologis, kerusakan ekstrinsik, dan kerusakan intrinsik. Faktor-faktor ini bergantung pada genetik dan kerentanan umum terhadap penyakit yang berkaitan dengan usia.1

Telinga bagian dalam terdiri dari dua struktur sensorik: koklea, yang bertanggung jawab atas indera pendengaran, dan organ vestibular, yang bertanggung jawab untuk keseimbangan (bersama dengan penglihatan, proprioseptif, dan sistem motorik). Kedua struktur ini menunjukkan perubahan struktur dan fungsi terkait usia, dan gangguan pendengaran terkait usia, atau presbikusis, dan hilangnya fungsi vestibular terkait usia, umum terjadi pada usia lanjut.2 Presbikusis, atau penurunan pendengaran terkait usia, merupakan penyebab gangguan pendengaran dan sekaligus juga merupakan gangguan neurodegeneratif yang paling sering terjadi. Penurunan pendengaran terkait usia ini terjadi pada populasi usia lebih dari 60 tahun. Dimana insidennya tertinggi pada usia lebih dari

65 tahun yang mempengaruhi lebih dari 40% penduduk kelompok usia ini. Kemudian meningkat menjadi 50% pada populasi usia lebih dari 70 tahun.3,4

 

Berdasarkan perubahan histologis dan lokasi degenerasi koklea, Schuknecht mengidentifikasi empat jenis presbikusis yang tercermin dari gambaran pemeriksaan audiometri nada murni. Keempat kelompok tersebut yakni presbikusis tipe sensori, neural, metabolik atau strial, dan konduksi koklea atau mekanik. Pengukuran kemampuan mendengar secara akurat pada pasien usia tua merupakan hal yang krusial dilakukan untuk mengidentifikasi kesulitan yang penderita hadapi di kehidupan sehari-harinya.3,4

Presbikusis menjadi salah satu gangguan pendengaran yang menjadi perhatian program penanggulangan gangguan pendengaran dan ketulian (PGPKT). Tujuan program tersebut adalah menurunkan angka kejadian presbikusis sebesar 90% pada tahun 2030. Diharapkan dengan program tersebut dapat dicegah peningkatan populasi presbikusis dengan memperhatikan faktor-faktor risikonya.5

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai karakteristik presbikusis berdasarkan gambaran audiometri nada murni di Poliklinik THT-KL RSUP I.G.N.G Ngoerah Denpasar.

Referensi

Diterbitkan

2024-12-19