KARAKTERISTIK PASIEN DIVISI RINOLOGI DI POLIKLINIK THT-KL RSUP PROF. DR. I.G.N.G. NGOERAH DENPASARPERIODE 1 JANUARI 2020 – 31 DESEMBER 2021

Penulis

  • dr. Ida Bagus Gede Hendra Kusuma Penulis

Kata Kunci:

KARAKTERISTIK PASIEN DIVISI RINOLOGI DI POLIKLINIK THT

Abstrak

Gejala pada hidung, telinga, dan tenggorok merupakan keluhan terbanyak yang ditemukan baik pada kunjungan gawat darurat maupun poliklinik. Studi sebelumnya menyebutkan bahwa jumlah kunjungan poliklinik dengan keluhan di hidung mencapai 20,1 juta setiap tahunnya di Amerika Serikat.1 Hal ini menjadikan keluhan terkait hidung merupakan penyakit yang paling umum ditemui.

Hidung memegang peranan penting dimana tidak hanya berperan sebagai saluran pernapasan namun juga memiliki fungsi lainnya, seperti melembabkan dan menyaring udara pernapasan. Hidung juga berfungsi dalam fungsi penghidu dan fonasi suara. Oleh karena itu, berbagai penyakit terkait hidung dapat menyebabkan gangguan struktur dan fungsi hidung secara keseluruhan.2

Rinosinusitis merupakan salah satu penyakit yang termasuk dalam spektrum penyakit hidung yang paling umum ditemui. Prevalensi rinosinusitis bahkan 58 juta penderita per tahun di Amerika Serikat dan mencapai 107 juta per tahun penderita di Cina. Rinosinusitis akut yang tidak ditangani dengan baik akan berujung pada rinosinusitis kronis. Selain itu, pasien dengan komorbid seperti rinitis alergi dan asma juga lebih rentan mengalami rinosinusitis kronis yang dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup yang signifikan.3–5

 

 

Deviasi septum nasi, hipertrofi konka, dan polip nasal juga merupakan keluhan di hidung yang seringkali ditemui. Deviasi septum nasi, hipertrofi konka, dan polip nasal dapat menyebabkan gejala obstruksi nasal jangka panjang sehingga terjadi perubahan struktur dan fisiologi nasal. Sumbatan pada hidung yang berlangsung secara kronis ini dapat menyebabkan gangguan tidur, nyeri pada wajah, hingga hilangnya produktivitas. Hal ini pada akhirnya juga akan menyebabkan penurunan kualitas hidup yang signfikan.2,6

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa penyakit terkait rinologi merupakan penyakit yang sangat umum ditemui di dunia. Meskipun penyakit terkait hidung tidak bersifat fatal, namun dapat menyebabkan morbiditas dan penurunan kualitas hidup yang signifikan. Dengan demikian, peneliti tertarik untuk mengetahui karakteristik pasien divisi rinologi di Poliklinik THT-KL RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah Denpasar pada periode 1 Januari 2020 hingga 31 Desember 2021.

Referensi

Diterbitkan

2025-01-06