KARAKTERISTIK BENDA ASING NON RADIOOPAQUE DI ESOFAGUS DI POLI THT-KL RSUP PROF Dr I.G.N.G NGOERAH PERIODE JULI 2018 – JULI 2022

Penulis

Kata Kunci:

BENDA ASING NON RADIOOPAQUE

Abstrak

Benda asing yang tertelan merupakan salah satu kegawatdaruratan bidang THT-KL (Telinga Hidung Tenggorokan Bedah Kepala Leher) yang paling sering dan dapat ditemukan pada semua usia di seluruh dunia. Mayoritas benda asing esofagus yang tertelan yaitu 80-90% akan lewat melalui saluran cerna secara spontan; 10- 20% membutuhkan penanganan endoskopi (non-bedah) dan hanya kurang dari 1% kasus yang memerlukan intervensi bedah.1

Diagnosis penyakit ini ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pasien datang ke rumah sakit dengan riwayat tertelan sesuatu diikuti rasa mengganjal di tenggorokan. Pada anak-anak, riwayat ini sulit didapatkan karena anak takut mengatakan dan tidak ada orang lain yang menyaksikan peristiwa tertelannya benda asing. Keluhan lainnya adalah sulit menelan dan nyeri menelan. Sakit menelan yang dapat dilokalisir oleh pasien, merupakan dasar kecurigaan lokasi keberadaan benda asing. Pada pemeriksaan fisik dapat dijumpai hipersalivasi, tersedak saat makan dan sesak nafas bila benda asing menekan trakea. Pemeriksaan radiologis dilakukan pada pasien yang diduga tertelan benda asing yang didapat dari anamnesis dan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan radiologis untuk mengevaluasi lokasi, ukuran serta kemungkinan adanya benda asing lebih dari satu.2,3,4 Pemeriksaan radiologi, berupa foto polos posisi anterior-posterior (AP) dan lateral dan CT-scan, dapat dengan segera menunjukkan adanya korpus alienum di esofagus, terutama benda asing yang bersifat radioopak.

 

Gambaran radiografi yang menunjukkan kecurigaan positif terdapat benda asing di esofagus meliputi adanya gambaran radioopak, adanya pembengkakan atau udem pada jaringan lunak prevertebra, hilangnya lordosis servikalis, serta adanya gambaran air trapping.Benda asing radiolusen umumnya tidak tampak secara langsung, namun dapat dinilai keberadaannya dari gambaran jaringan sekitar esofagus2,5

Radiografi Lateral Soft Tissue (STL) adalah penunjang yang berguna dalam mendiagnosis dan talaksana pasien dengan gejala saluran napas bagian yang jarang terdeteksi. Pasien biasanya datang ke unit gawat darurat dengan gejala mulai dari tertelan benda asing, hingga disfagia yang mengarah ke depresi jalan nafas. Anamnesis dan pemeriksaan fisik tetap menjadi landasan untuk menangani pasien dengan tepat. Radiografi STL adalah alat yang murah dan tersedia untuk menilai pasien dengan potensi patologi saluran aerodigestive atas. X-ray STL ini memiliki peran dalam situasi akut dan kronis. Di unit gawat darurat, radiografi ini berguna dalam penilaian benda asing di hipofaring dan esofagus bagian atas dengan sensitivitas lebih dari 80%.

Data mengenai karakteristik kasus-kasus benda asing esofagus di Indonesia, khususnya Bali masih sedikit. Salah satu permasalahan yang kita temukan disebabkan adanya kesulitan mendiagnosis benda asing di esofagus yang berdensitas non radioopaque dan tujuan untuk menilai tanda – tanda tidak langsung adanya benda asing di esofagus pada foto polos. Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai karakteristik benda asing non radiopaque di esofagus di RSUP PROF Dr I.G.N.G NGOERAH Denpasar pada periode 2018 hingga 2022.

Referensi

Diterbitkan

2025-01-09