KARAKTERISTIK PENDERITA ABSES SUBMANDIBULA DI KSM THT-KL RSUP PROF. Dr. I.G.N.G. NGOERAH DENPASAR PERIODE 1 MEI 2020 – 31 MEI 2022
Kata Kunci:
ABSES SUBMANDIBULAAbstrak
Abses submandibula adalah suatu peradangan yang disertai dengan terbentuknya pus pada daerah submandibula. Keadaan ini merupakan salah satu dari infeksi pada leher bagian dalam (deep neck infection).1 Secara umum, sumber infeksi pada ruang submandibula berasal dari proses infeksi gigi, dasar mulut, faring, dan kelenjar limfe submandibula. Dapat juga disebabkan oleh kelanjutan infeksi dari ruang leher dalam lain. Angka kejadian Abses submandibula berada di bawah abses peritonsil dan retrofaring. Namun dewasa ini, angka kejadiannya menduduki urutan tertinggi dari seluruh abses leher dalam. 70 – 85% dari kasus disebabkan oleh infeksi dari gigi, selebihnya karena sialadenitis, limfadenitis, laserasi dinding mulut atau fraktur mandibula.1,2
Beberapa penelitian mendapatkan angka kejadiannya lebih banyak pada laki-laki daripada perempuan. Faktor predisposisinya adalah higiene orodental yang buruk, diabetes melitus, serta adanya penyakit imunodefisiensi. Abses submandibula sudah semakin jarang dijumpai. Hal ini disebabkan penggunaan antibiotik yang sudah luas dan kesehatan mulut yang meningkat. Disamping insisi drainase abses yang optimal, pemberian antibiotik diperlukan untuk terapi yang adekuat.2,3 Walaupun demikian, angka morbiditas dari komplikasi yang timbul akibat abses submandibula masih cukup tinggi sehingga diagnosis dan penanganan yang cepat dan tepat sangat dibutuhkan
