KARAKTERISTIK AUDIOMETRI PADA PASIEN DENGAN OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIS DI POLIKLINIK THT-KL RSUP PROF. DR. I G.N.G. NGOERAH PERIODE JANUARI 2020 – DESEMBER 2021

Penulis

Kata Kunci:

KARAKTERISTIK AUDIOMETRI PADA PASIEN DENGAN OMSK

Abstrak

Otitis media supuratif kronis (OMSK) merupakan infeksi kronis di telinga tengah yang berlangsung lebih dari 2 bulan, yang ditandai dengan adanya perforasi membran timpani dan keluarnya sekret dari telinga yang terus-menerus atau hilang timbul. OMSK merupakan salah satu penyebab gangguan telinga di berbagai negara, terutama negara berkembang. Prevalensi OMSK di Indonesia adalah 3,8% atau diperkirakan sekitar 6,6 juta penduduk Indonesia. Sebanyak 25% dari pasien yang berobat di poliklinik THT-KL di Indonesia adalah penderita OMSK. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), terdapat 360 juta jiwa yang mengalami gangguan pendengaran diseluruh dunia, 90% diantaranya adalah penderita dewasa dan 10% adalah penderita anak-anak. Dari jumlah tersebut, 2/3 diantaranya berada di negara berkembang. Berdasarkan hasil survei nasional kesehatan indera penglihatan dan pendengaran, prevalensi gangguan pendengaran akibat infeksi telinga tengah yaitu 3,1%.1

Umumnya pada penderita OMSK dijumpai tuli konduktif namun dapat pula bersifat campuran. Tuli konduktif yang jarang melebihi 35 dB seringkali ditemukan pada pemeriksaan audiometri. Beratnya ketulian tergantung dari besar dan letak perforasi membran timpani serta keutuhan dan mobilitas sistem pengantaran suara ke telinga tengah.2


Adanya OMSK merupakan salah satu faktor terjadinya gangguan pendengaran. Melalui pemeriksaan audiometri dapat diketahui jenis serta derajat ketulian pada penderita OMSK. Dengan demikian penelitian ini dilakukan utuk mendapatkan profil tentang karasteristik audiometri pada penderita otitis media supuratif kronis sehingga komplikasi terkait dengan penurunan fungsi pendengaran dapat dideteksi lebih dini dengan adanya gambaran audiometri yang sesuai.

Referensi

Diterbitkan

2025-01-12