Prevalensi tuli sensorineural di poli THT RSUP sanglah denpasar tahun 2021
Kata Kunci:
Prevalensi tuli sensorineural di poli THT RSUP sanglahAbstrak
Proses mendengar terjadi karena adanya integrasi dari sistem pendengaran yang meliputi telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam. Telinga luar berfungsidalam penangkapan dan penghantaran getaran suara ke telinga tengah untuk diperbesar dan diperkuat dan selanjutnya diteruskan ke telinga dalam. Telinga dalam merupakan tempat letak sel pengindra. Telinga dalam tersebut mengubah energi mekanik (getaran suara) menjadi impuls listrik yang kemudian dihantar melalui saraf ke otak untuk diinterpretasikan menjadi bunyi. Gangguan proses mendengar dapat terjadi akibat terganggunya fungsi di bagian mana saja di salah satu atau kedua telinga, sehingga seseorang tidak dapat mendengar dengan baik atau tidak dapat mendengar sama sekali.1,2
Kelainan telinga dapat menyebabkan tuli konduktif dan tuli sensorineural. Dari semua kasus kehilangan pendengaran, 90 % merupakan tuli sensorineural. Tuli sensorineural adalah tuli yang terjadi karena adanya gangguan pada telinga dalam atau pada jalur saraf dari telinga dalam ke otak. Tuli sensorineural merupakan masalah bagi jutaan orang. Kehilangan pendengaran ini dibagi dalam beberapa derajat, yaitu ringan, sedang, sedang-berat, berat dan sangat berat. Tuli ini dapat mengenai segala usia dengan etiologi yang berbeda-beda. Sekitar 50% kasus merupakan faktor genetik dan 50 % lagi didapat (acquired).1-3
Perkiraan dari kejadian tahunan sekitar 15.000 kasus tuli sensorineural (sensorineural hearing loss) dilaporkan per tahun di seluruh dunia dengan 4000 orang terjadi di Amerika Serikat. Satu dari setiap 10.000 sampai 15.000 orang akan menderita dari kondisi ini, dengan insiden tertinggi terjadi antara 50 dan 60 tahun. Insiden terendah adalah antara 20 dan 30 tahun. Dari pasien yang menderita tuli sensorineural, 2% adalah gangguan bilateral. Angka kejadian hampir sama pada laki-laki dan wanita.2-4 Laporan penelitian ini disusun untuk mengetahui prevalensi tuli sensorineural pada penderita dengan penurunan pendengaran dan distribusi tuli sensorineural berdasarkan umur, jenis kelamin, riwayat hipertensi, riwayat merokok dan riwayat penyakit diabetes melitus di bagian poli THT- KL RSUP Sanglah dari tahun 2021.
