KARAKTERISTIK PENDERITA NODUL PITA SUARA DI RSUP SANGLAH TAHUN 2019-2021

Penulis

Abstrak

Kondisi pita suara yang sehat sangat penting, karena getaran dari pita suara adalah sumber utama vokal manusia. Gangguan pada fungsi vokal manusia tentunya juga akan berdampak pada gangguan komunikasi sehari-hari. Salah satu gangguan pada pita suara adalah lesi jinak pada pita suara.1,2 Lesi jinak pita suara adalah pertumbuhan massa abnormal di jaringan laring. Lesi jinak pita suara mengurangi efisiensi produksi suara yang mengakibatkan suara serak (disfonia) sehingga pasien membutuhkan lebih banyak usaha untuk berbicara. Pasien biasanya mengeluh ketidaknyamanan di tenggorokan. Permukaan pita suara yang tidak rata akibat adanya benjolan menyebabkan lendir sering tersangkut dan menimbulkan reaksi batuk. Hal ini dapat mempengaruhi kualitas hidup, khususnya pada pengguna suara profesional seperti penyanyi.2,3

Lesi jinak pita suara dapat dibagi menjadi dua, yaitu neoplastik dan non-neoplastik. Lesi Non-neoplastik termasuk nodul pita suara, polip pita suara dan kista pita suara. Jenis lesi jinak pita suara yang paling umum ditemukan adalah nodul pita suara. Nodul pita suara biasanya terletak di titik tengah pita suara membranosa, yang merupakan titik amplitudo maksimal dan bagian yang paling sering mengalami trauma. Penyebab nodul pita suara umumnya adalah trauma laring akibat penggunaan suara yang berlebihan (overuse atau misuse). Orang dengan pekerjaan yang menggunakan kebutuhan suara yang tinggi menjadi faktor risiko nodul pita suara. Faktor risiko lainnya adalah merokok, refluks asam lambung, alergi dan infeksi.2,3

 

 

Nodul pita suara dapat diangkat melalui tindakan pembedahan ataupun dapat diobati dengan intervensi terapi suara non-bedah misalnya pelatihan ulang suara, istirahat atau pengobatan medis/farmakologis dari penyakit yang mendasarinya (infeksi, alergi atau refluks gastroesofageal).3,4

Prevalensi nodul pita suara pada populasi umum saat ini tidak diketahui pasti. Penelitian terakhir yang menggunakan populasi umum di Amerika Serikat periode Januari 2004 hingga Desember 2008 menemukan prevalensi pasien dengan diagnosis disfonia dari total populasi adalah 1% dan sekitar 11% pasien dengan disfonia disebabkan oleh lesi jinak pita suara.5 Penelitian survey nasional di Korea tahun 2008 hingga 2011 yang mengikutsertakan 19.636 pria dan wanita berusia 19 tahun memperoleh prevalensi nodul pita suara adalah 1,31%.2

Nodul pita suara juga ditemukan sebagai jenis lesi jinak pita suara yang paling banyak ditemukan pada penelitian di India tahun 2012 yakni sebanyak 45,9%. Berdasarkan lokasi lesi nodul, sebanyak 47% berada pada 1/3 anterior pita suara, 22% berada pada 1/3 posterior pita suara, 20% terletak difus dan 11% berada di 1/3 tengah pita suara.6 Berdasarkan karakteristik pekerjaan, sekitar 25% penyanyi yang bersuara serak mengalami nodul pita suara. Sekitar 43% guru wanita di Spanyol menderita nodul pita suara dan mengeluhkan gejala disfonia.4 Selain pekerjaan professional yang sering menggunakan suara, ditemukan juga sekitar 32% ibu rumah tangga menderita lesi jinak pita suara.7

Penelitian di Rumah Sakit dr. Soetomo Surabaya menunjukkan 65% kasus lesi jinak pita suara merupakan jenis nodul pita suara, sisanya sebanyak 20% merupakan kista pita suara dan 15% merupakan polip pita suara. Nodul pita suara lebih banyak ditemukan pada usia 20-59 tahun.3 Penelitian terdahulu di RSUP Sanglah pada periode Februari 2011 hingga Februari 2017 menemukan kasus nodul pita suara yang mayoritas ditemukan pada laki-laki (56%) kelompok usia 45-64 tahun (52%). Karakteristik sosiodemografi yang diperoleh ialah mayoritas pasien bekerja sebagai guru dan berpendidikan tinggi. Berdasarkan letaknya, 88% letak lesi pada 1/3 anterior pita suara dan 44% bilateral. Sebanyak 56% pasien menjalani terapi konservatif dan 44% menjalani terapi pembedahan.8

Studi epidemiologi dari faktor sosiodemografi yang berhubungan dengan nodul pita suara jarang dilakukan. Oleh karena itu, penelitian diperlukan untuk menyelidiki prevalensi yang sebenarnya dan faktor risiko terkait dari nodul pita suara. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan prevalensi nodul pita suara di RSUP Sanglah berdasarkan data terkini yang diperoleh dari register poliklinik THT tahun 2019 hingga oktober 2021 dan untuk menyelidiki faktor-faktor terkait. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu memberikan gambaran prevalensi kejadian nodul pita suara dan dapat menjadi acuan untuk penelitian selanjutnya.

Referensi

Diterbitkan

2025-01-21