Karakteristik Ambang Dengar pada Pemain Musik di GPT Baithani Denpasar

Penulis

Kata Kunci:

Karakteristik Ambang Dengar pada Pemain Musik di GPT Baithani

Abstrak

Penurunan pendengaran akibat bising atau Noise Induced Hearing Loss (NIHL) adalah gangguan pendengaran akibat terpajan oleh bising yang cukup keras dalam jangka waktu yang cukup lama dan biasanya diakibatkan oleh bising lingkungan kerja. Paparan terhadap bising yang cukup keras tidak terbatas di lingkungan industri saja, namun dapat timbul dari aktivitas rekreasi seperti konser musik, arena hiburan, dan tempat hiburan malam1

Sifat ketulian dari gangguan pendengaran akibat bising adalah tuli sensorineural koklea dan biasanya terjadi pada kedua telinga. Penyakit ini sulit hingga tidak bisa diobati karena bersifat permanen, sehingga biasanya bila sangat mengganggu pasien akan memakai alat bantu dengar.1,7

Intensitas bising yang dihasilkan dari amplifier band pop/rock dapat mencapai 120-130 dB(A) , pada pertunjukan orkestra 83-112 dB(A) , dan pada jenis musik jazz, blues, country sebesar 80-101 dB. Musisi biasa berlatih atau show empat hingga delapan jam perharinya dengan intensitas lebih dari 85 dB15

Bermain musik merupakan salah satu faktor risiko penting yang dapat mengakibatkan gangguan pendengaran akibat bising di kalangan pemusik. Gangguan pendengaran dapat menyebabkan disabilitas dan dapat mengurangi kualitas hidup. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai karakteristik gangguan pendengaran pada pemain music di GPT Baithani.15

Referensi

Diterbitkan

2025-01-22