Karakteristik dan Kualitas Hidup pasien Tinitus berdasarkan skor THI (Tinnitus Handicap Inventory) di RSUP Sanglah Denpasar

Penulis

Kata Kunci:

Karakteristik dan Kualitas Hidup pasien Tinitus berdasarkan skor THI (Tinnitus Handicap Inventory) di RSUP Sanglah Denpasar

Abstrak

Tinitus berasal dari bahasa Latin “tinnere” yang artinya dering. Tinitus adalah persepsi bunyi yang diterima pasien tanpa adanya stimulus suara dari luar telinga. Tinitus dapat bersifat objektif dan subjektif. Tinitus subjektif adalah tinitus yang hanya dapat didengar pasien sendiri tanpa dapat didengar oleh pemeriksa atau orang lain. Tinitus subjektif lebih banyak dijumpai dalam praktek sehari-hari.1

Tinitus bukanlah sebuah diagnosa melainkan sebuah gejala yang paling sering ditemukan pada masyarakat di setiap negara, baik negara maju maupun negara berkembang. Hampir 1/3 dari populasi di dunia pernah mengalami tinitus. Prevalensi tinitus di seluruh dunia sangat bervariasi, 5% sampai dengan 43% orang mengalami gejala tinitus. Prevalensi tinitus meningkat dengan bertambahnya usia hingga 70 tahun, dimana laki-laki lebih berisiko tinggi dibandingkan perempuan. 2

Menurut data statistik dari pusat kesehatan di Amerika, sekitar 32% orang dewasa pernah mengalami tinitus pada suatu saat tertentu dalam hidupnya, dan 6 % nya sangat menganggu dan cukup sulit disembuhkan. Di Inggris, 17% populasi juga memiliki masalah tinitus. Sayangnya di Indonesia belum ada data statistik yang memadai, namun berdasarkan pengalaman empiris, penderita tinitus cukup banyak dan sering ditemui di tempat praktek, klinik, maupun rumah sakit. Meski tinitus bukanlah keadaan yang membahayakan, munculnya gejala ini pada hampir kebanyakan orang sangat mengganggu dan sering mempengaruhi kualitas hidup dan pekerjaannya.3

 

Kualitas hidup pasien tinitus dapat diukur dengan berbagai macam kuesioner, salah satunya adalah Tinitus Handicap Inventory (THI). Kuisioner THI telah diadaptasi ke Bahasa Indonesia dan dinyatakan valid serta reliabel sebagai instrumen psikometrik kualitas hidup pasien tinitus di Indonesia. THI merupakan penilaian sejauh mana kualitas hidup pasien telah dipengaruhi. Kuisioner ini dapat mengukur tingkat kecacatan akibat bunyi tinitus dan dapat mengevaluasi aspek emosional, aspek fungsional, dan aspek yang membahayakan 4

Berdasarkan uraian di atas, peneliti memandang penting untuk dilakukannya penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien tinitus, sebagai upaya untuk pencegahan terhadap penurunan kualitas hidup akibat tinitus. Belum adanya penelitian serupa yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah juga merupakan salah satu alasan peneliti untuk melakukan penelitian ini.

Referensi

Diterbitkan

2025-01-26