DEV GAMBARAN TEMUAN ANATOMI MASTOID TIPE PNEUMATIK DAN DIPLOIK HASIL DISEKSI TULANG TEMPORAL DOKTER SPESIALIS THT-BKL

Penulis

Kata Kunci:

GAMBARAN TEMUAN ANATOMI MASTOID TIPE PNEUMATIK DAN DIPLOIK HASIL DISEKSI TULANG TEMPORAL DOKTER SPESIALIS THT-BKL

Abstrak

Otitis media supuratif kronik (OMSK) merupakan salah satu penyakit telinga yang paling sering ditemukan pada pasien yang datang berobat dengan masalah telinga. OMSK didefinisikan sebagai suatu inflamasi kronis yang melibatkan mukosa telinga tengah dan kavum mastoid, disertai dengan perforasi membran timpani dan memiliki riwayat keluar cairan dari liang telinga lebih dari dua bulan, baik terus menerus atau hilang timbul. 1

OMSK merupakan salah satu masalah kesehatan utama, terutama di negara berkembang. Menurut WHO, kejadian OMSK diperkirakan mencapai 65 - 330 juta orang di dunia dan sekitar 60% mengalami gangguan pendengaran. Berdasarkan sebuah penelitian di negara kawasan Asia Tenggara diperkirakan prevalensi OMSK berkisar 2-4%. Pada tahun 2012 diperkirakan prevalensi OMSK di Indonesia berkisar 5,4% pada semua umur. Data prevalensi OMSK di provinsi Bali didapatkan sebesar 3,1% dari rata-rata seluruh kabupaten. 2

Salah satu tujuan dalam penatalaksanaan OMSK ialah dengan melakukan pendekatan yang komprehensif dan terarah guna mengatasi infeksi, mengurangi peradangan, dan memulihkan fungsi pendengaran. Salah satu tindakan operatif yang rutin dikerjakan adalah mastoidektomi. Melalui prosedur ini, jaringan terinfeksi dapat dieliminasi dan mengurangi risiko komplikasi yang mungkin timbul akibat infeksi telinga yang tidak terkontrol. Prosedur mastoidektomi memiliki beberapa tipe, salah satu tipe pendekatan yang sering digunakan adalah mastoidektomi

 

sederhana. 1,2

Mastoidektomi sederhana adalah prosedur bedah yang dilakukan untuk mengangkat sebagian atau seluruh sel mastoid, yakni bagian berongga di belakang telinga, dengan tujuan mengatasi masalah infeksi atau kondisi patologis lainnya yang terkait dengan telinga tengah. Prosedur ini dapat dilakukan untuk mengobati berbagai kondisi, termasuk OMSK yang resisten terhadap pengobatan konservatif atau infeksi yang telah menyebar ke jaringan mastoid.3 Mastoidektomi sederhana biasanya dilakukan dengan membuat insisi di belakang telinga untuk mengakses rongga mastoid dan mengangkat jaringan yang terinfeksi atau patologis. Tindakan ini diharapkan mampu mengatasi infeksi dan meningkatkan kualitas hidup pasien serta mencegah rekurensi.4 Untuk dapat melakukan mastoidektomi sederhana dengan baik, sangat dipengaruhi oleh kondisi tulang temporal tersebut, terutama tipe pneumatisasi tulang temporal, serta kemampuan dari operator itu sendiri.

Selama ini, tipe pneumatisasi tulang temporal ditentukan melalui pemeriksaan penunjang CT-scan, sehingga saat ini peneliti ingin menentukan tipe pneumatisasi secara lebih realistis langsung pada cadaver serta membandingkan hasil mastoidektomi sederhana pada tulang temporal tersebut berdasarkan tipe pneumatisasi pada masing – masing tulang temporal yang dilakukan oleh spesialis THT-BKL saat pelatihan diseksi tulang temporal.

Referensi

Diterbitkan

2025-01-29