Klasifikasi Etiologi Presbikusis Berdasarkan Hasil Audiogram di Poliklinik THT-KL RSUP Sanglah Denpasar Periode Januari-Desember 2020

Penulis

Kata Kunci:

Klasifikasi Etiologi Presbikusis Berdasarkan Hasil Audiogram di Poliklinik THT-KL RSUP Sanglah Denpasar Periode Januari-Desember 2020

Abstrak

Pada beberapa dekade terakhir terdapat peningkatan prevalensi yang signifikan pada penyakit-penyakit tertentu yang dikaitkan dengan meningkatnya rata-rata usia populasi. Studi epidemiologi mengungkapkan bahwa terjadi suatu peningkatan jumlah populasi pada kelompok usia lebih dari 60 tahun dan diperkirakan menempati 40% dari total populasi dunia pada dekade kedua abad ke- 21 ini. Presbikusis, atau penurunan pendengaran terkait usia, merupakan penyebab gangguan pendengaran dan sekaligus juga merupakan gangguan neurodegeneratif yang paling sering terjadi. Penurunan pendengaran terkait usia ini terjadi pada populasi usia lebih dari 60 tahun. Dimana insidennya tertinggi pada usia lebih dari

65 tahun yang mempengaruhi lebih dari 40% penduduk kelompok usia ini. Kemudian meningkat menjadi 50% pada populasi usia lebih dari 70 tahun.1,2

Berdasarkan perubahan histologis dan lokasi degenerasi koklea, Schuknecht mengidentifikasi empat jenis presbikusis yang tercermin dari gambaran pemeriksaan audiometri nada murni. Keempat kelompok tersebut yakni presbikusis

tipe sensori, neural, metabolik atau strial, dan konduksi koklea atau mekanik. Pengukuran kemampuan mendengar secara akurat pada pasien usia tua merupakan hal yang krusial dilakukan untuk mengidentifikasi kesulitan yang penderita hadapi di kehidupan sehari-harinya.1,3,4

Referensi

Diterbitkan

2025-01-31