WAH Hubungan Total Nasal Symptom Score (TNSS) dengan Kualitas Hidup pada Pasien Rinosinusitis Kronik di Poliklinik THT-KL RSUP Prof. Dr. I G. N. G. Ngoerah Denpasar Tahun 2021
Kata Kunci:
Hubungan Total Nasal Symptom Score (TNSS) dengan Kualitas Hidup pada Pasien Rinosinusitis Kronik di Poliklinik THT-KL RSUP Prof. Dr. I G. N. G. Ngoerah Denpasar Tahun 2021Abstrak
Rinosinusitis merupakan suatu peradangan yang terjadi pada mukosa hidung dan sinus paranasal. Rinosinusitis akut yang tidak ditangani dengan baik dapat berlanjut menjadi rinosinusitis kronik. Rinosinusitis kronik dapat mengakibatkan gangguan kualitas hidup akibat gejala lokal seperti sakit kepala, hidung tersumbat, gangguan penciuman, gangguan tidur serta gejala pilek yang persisten sehingga dapat menurunkan produktifitas penderita dan dapat menyebabkan kehilangan hari kerja.1
Rinosinusitis kronik merupakan penyakit di bidang Telinga Hidung dan Tenggorok (THT) yang sering ditemukan hampir di seluruh negara. Di Amerika Serikat di prediksi sekitar 31 juta orang per tahun mengalami rinosinusitis. Prevalensi rinosinusitis di Amerika Serikat sekitar 15% pada populasi dewasa. Menurut data Departemen Kesehatan Republik Indonesia tahun 2003, penyakit hidung dan sinus berada pada urutan ke – 25 dari 50 pola penyakit peringkat utama atau sekitar 102.817
penderita rawat jalan dirumah sakit. Di Indonesia prevalensi rinosinusitis kronis pada tahun 2004 dilaporkan sebesar 12,6% dengan perkiraan sebanyak 30 juta penduduk menderita rinosinusitis kronis. 2
Rinosinusitis kronik merupakan suatu penyakit yang multifaktorial dan memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap kualitas hidup serta mempengaruhi kondisi ekonomi. Rinosinusitis kronik mengakibatkan banyaknya konsumsi obat – obatan, tindakan operasi dan rawat inap. Sehingga diperlukan suatu alat ukur untuk menilai secara spesifik derajat keparahan rinosinusitus kronik dan kualitas hidup penderita rinosinusitis kronik.3
Rinosinusitis kronik memiliki gejala klinis seperti hidung buntu, hidung berair, rasa dahak di tenggorok yang dapat disertai dengan nyeri terutama pada daerah sinus yang terkena, hingga gangguan penghidu yang berdampak pada kualitas hidup pasien. Gejala – gejala tersebut dapat dievaluasi dengan beberapa instrumen, salah satunya adalah dengan kuisioner Total Nasal Symptoms Score (TNSS). Kuisioner tersebut digunakan untuk mengevaluasi 5 gejala yang sering timbul yaitu pilek, hidung tersumbat, bersin, hidung gatal, dan gangguan tidur.3
Kualitas hidup pasien rinosinusitis dapat dievaluasi menggunakan kuisioner Sino – Nasal Outcome Test – 22 (SNOT – 22). Kuisioner tersebut merupakan salah satu kuisoner yang spesifik untuk menilai kualitas hidup penderita rinosinusitis kronik. SNOT –22 diperkenalkan pada tahun 2003 oleh Dr. Jay Piccirilo. Kuisoner SNOT – 22 terdiri dari 22 pertanyaan yang terbagi menjadi 4 ranah, yaitu gejala hidung, gejala wajah/ telinga, gangguan tidur dan perubahan psikologis. Hingga saat ini belum terdapat data mengenai hubungan TNSS terhadap kualitas hidup penderita rinosinusitis kronik berdasarkan SNOT – 22, maka dari itu peneliti ingin melakukan penelitian tentang hubungan TNSS terhadap kualitas hidup penderita rinosinusitis kronik berdasarkan SNOT– 22.4
