SNHL PADA MENINGITIS SUIS DAN TRADISI MEGIBUNG DI KARANGASEM: TINJAUAN ASPEK SOSIAL BUDAYA

Penulis

  • dr. Ni Made Pasmiati Setyaningsih Penulis

Kata Kunci:

MENINGITIS SUIS DAN TRADISI MEGIBUNG

Abstrak

Meningitis bakteri adalah inflamasi pada selaput otak (meningen) akibat invasi bakteri ke susunan saraf pusat (SSP) terutama pada cairan serebrospinalis (CSS) di daerah subaraknoid dan ventrikular. Meningitis bakteri merupakan salah satu kegawatdaruratan di bidang neurologi yang memerlukan diagnosis dan pengobatan segera. Meningitis Streptococcus suis (S. suis) merupakan meningitis bakteri zoonosis karena infeksi bakteri S. suis akibat paparan terhadap babi, unggas dan produk babi atau unggas yang terinfeksi.1

Babi sangat terkait dengan kehidupan Bali karena babi sering digunakan dalam upacara adat dan ritual keagamaan serta dikonsumsi oleh masyarakat. Salah satu upacara adat dan keagamaan Bali yang paling sering dikaitkan dengan pemanfaatan babi adalah Hari Raya Galungan, yang dilakukan oleh umat Hindu Bali setiap enam bulan sekali. Satu hari sebelumnya, Penampahan Galungan, adalah hari di mana penjor dipasang di rumah dan tradisi memotong babi atau hewan ternak lainnya. Selama hari raya ini, masyarakat Hindu Bali membeli lebih banyak daging babi dan olahan untuk upacara dan konsumsi. Di Bali, orang sering menyantap lawar, baik matang, setengah matang, atau mentah. Kebiasaan menyantap lawar ini, terutama yang setengah matang dan mentah, dikaitkan dengan penyebaran penyakit meningitis Streptococcus Suis yang sedang ramai dibicarakan khususnya di daerah Karangasem, Bali. Tradisi menu masakan lawar merah telah dikenal sejak peninggalan kuliner sekta Bairawa yang berhasil mempengaruhi paham Siwa Sidhanta Hindu di Bali.

Desa di Karangasem memiliki tradisi “megibung” yaitu makan bersama

 

yang diselenggarakan bila ada upacara adat. Tradisi ini telah turun temurun ada dan masih tetap lestari hingga saat ini. Menu megibung pun beraneka macam mulai dari sate, sayur, lawar hingga lawar merah yang terbuat dari darah segar hewan.

Meskipun demikian, kasus meningitis akibat konsumsi lawar merah baru ramai dilaporkan dalam beberapa tahun terakhir. Kejadian yang terbaru adalah kasus Meningitis yang terjadi di Desa Sibetan Kabupaten Karangasem bulan Mei 2024 ini. Oleh sebab itu, penting untuk mengenali dan mendeteksi kelainan ini sejak dini agar dapat menunjang pemulihan fungsi pendengaran dan meningkatkan kualitas hidup pasien

Referensi

Diterbitkan

2024-12-25