KAREKTERISTIK PENDERITA DAN ANALISA KLINIS INFEKSI LEHER DALAM DENGAN BAKTERIOLOGI DAN SENSITIVITAS ANTIBIOTIK DI RSUP SANGLAH DENPASAR JANUARI 2018 - MEI 2021
Kata Kunci:
INFEKSI LEHER DALAMAbstrak
Infeksi leher dalam adalah infeksi yang terjadi di ruang potensial di antara fasia leher hingga wajah. Infeksi ini bisa berupa abses atau selulitis. Infeksi ini terjadi akibat dari infeksi dari gigi, mulut, tenggorokan, telinga dan leher. Angka kejadian pada anak-anak 2 : 100.000 dan pada dewasa 1 : 100.000. .(Yanti 2021; Gujrathi.,dkk 2016; Kauffmann.,dkk 2017; Devi, 2019)
Infeksi leher dalam yang berupa abses leher dalam dapat menimbulkan komplikasi serius yang berakibat fatal seperti obstruksi jalan nafas, pneumonia, abses paru, mediastinitis,perikarditis dan trombosis vena jugularis interna, sedangkan komplikasi yang mengancam nyawa bisa terjadi sekitar 10%-20% dari kasus infeksi leher dalam. Salah satu komplikasi dari abses leher dalam yaitu mediastinitis yang memiliki angka kematian sampai diatas 80% pasien sehingga harus diantisipasi dengan baik. .(Yanti 2021; Gujrathi.,dkk 2016; Kauffmann.,dkk 2017;)
Ada beberapa faktor resiko yang mempermudah terjadinya infeksi leher dalam yaitu penyakit jantung dan paru, kencing manis, penggunaan obat-obatan dan lain-
lainnya. Dengan melihat gambaran tentang faktor resiko kita bisa berupaya untuk mencegah terjadinya penyakit ini. (Yanti 2021; Gujrathi.,dkk 2016; Kauffmann.,dkk 2017;)
Infeksi leher dalam dapat berapa selulitis contohnya angina Ludovici sedangkan yang berupa abses yaitu abses peritonsil, abses retrofaring, abses parafaring, abses submandibular. Beberapa lokasi selain lokasi yang disebut diatas yaitu abses parotis, abses masticator, abses mastoid, abses segitiga leher bagian anterior dan bagian posterior. (Gujrathi.,dkk 2016).
Penanganan dari infeksi leher dalam sangat diperlukan pemahaman tentang anatomi leher, dan pemahaman tentang penggunaan antibiotika yang sesuai. Untuk mendapatkan antibiotika yang sesuai kita harus melakukan uji kepekaan antibiotika terhadap kuman. Namun hal ini memerlukan waktu yang cukup lama sehingga diperlukan pemberian antibiotika secara empiris. Selain penggunaan antibiotika yang sesuai kita bisa melakukan insisi drainase yang sesuai.
